Rabu, 13-10-2010
*2
Setelah
malam itu aku telah tetapkan hari jadiku bersama dia, Rabu, 13-10-2010 itu hari
jadiku, hari yang tak di sangka ada seorang cewek bisa menyukaiku dan semoga
saja dia akan mencintaiku beserta kekurangan dan kelebihanku.
Hari
berikutnya di sekolah aku bertemu Adel di depan kelasnya, kemudian dia
menyapaku dengan panggilan halus yang terdengar asing bagiku, sayang. Hati ku
pun terkejut bercampur senang, kemudian aku bergegas untuk mendekatinya.
''Ada
apa Adel… ?” Tanyaku.
''Gak,
aku Cuma manggil saja…” jawab Adel.
''Huhh…
kamu ada-ada aja sih…” kataku sambil kebingungan.
Tiba-tiba
dia datang kearahku dan mencubitku dengan gemasnya, aku pun sontak kaget dan
melompat-lompat seperti ada ular di kakiku.
Setelah
itu aku pun berjalan kekelasku untuk mengikuti pelajaran. Sesampainya di kelasku
mendapatkan sms dari Adel.
Dari
: Adel
Hehehe…
''Gimana
tadi cubitanku sakit gak ?''
'' Akupun
menjawabnya dengan mengatakan tidak kok'' lalu dia membalasnya lagi.
Dari
: Adel
Hehhee
J
''Nanti
sepulang sekolah kita pulang bareng yukk ?''
''Kan
rumah kita bertetangga'' Aku
terkejut dan bertanya-tanya sebenarnya rumahnya dimana sih..
Sehabis
pulang sekolah Adel sudah menunggu ku di depan gerbang sekolah, setelah aku
menghampirinya Adel pun langsung memegang tanganku bergegas naik ke angkot.
Wahhh…..
Hati
ku pun berguncang bagaikan gempa bumi yang besar guncangannya 1000
skalarickter.
Selama
di angkot aku pun hanya bisa berdiam diri bingung mau mengatakan apa padanya.
Setelah aku sedang memikirkan itu, tiba-tiba dia memberhentikan angkot. Aku pun
di ajak dia untuk turun dari angkot, aku cuma bisa mengikutinya saja sesampai
di depan rumahnya dia mengatakan ‘’bye sampai jumpa besok ya….
Aku
pun hanya bisa tersenyum dan mengatakan di dalam hati “oh ini ya rumahnya’’ aku
berjalan ke rumahku dengan gaya gangnam style dan banyak bertanya-tanya kenapa
tadi aku gak bisa mengatakan sesuatu di tengah perjalanan ya ?
Sesampai
di rumah aku pun bergegas mengganti pakaianku dan aku melemparkan diriku ke
tempat tidurku dengan memikirkan kejadian tadi dengan tentunya masih bergaya
gangnam style.
Malam
pun tiba dimana aku sedang mengerjakan tugas-tugas yang baru saja di berikan
oleh guru. ketika ku mulai menulis, handpone ku bergetar dan ternyata itu
message dari Adel.
Dari:
Adel
Selamat
malam…
''Sorry
ya sudah ganggu sayangg''
''Lagi
ngapain nih ?'' Aku
pun menjawab messagenya, hampir-hampir semua tugasku di tinggalkan saja dan aku
asyik smsan bersama Adel. Jam sudah menunjukan pukul 23.00, tiba-tiba aku
mengatakan padanya‘’Adel, aku mau jujur sama kamu. sebernanya aku ini baru pertama kali pacaran,
jadi aku gak tau cara pacaran itu gimana-gimana.
Dari:
Adel
Hahha…..
''Yang
benar kamu baru pertama kali pacaran ?''
''Kalau begitu aku ini yang pertama ya ?'' Aku gak akan kecewakan
kamu kok, Aku
pun hanya tersenyum sambil menatap handponeku. Aku gak akan kecewakan kamu kok, kalimat ini yang sempat membuatku
yakin.
Banyak
kisah sedih, senang, tangis, tawa, kita jalani bersama dalam sebuah pelukan.
Aku yang membuatnya tertawa, dia yang memebalas dengan cubitan gemasnya. Aku
selalu memeluknya saat dia yang sedang menangis, gelisah, dan sedang bersedih.
Semuanya dalam pelukanku, kemudian semua berubah saat negara api menyerang,
aang sang pengendali udara alias avatar sedang menghentikan serangan Negara
api. Ah, bukan itu ceritanya.
Adel
mulai terlihat cuek semenjak serangan Negara api bulan lalu, kok ceritanya
begini lagi sih maklum karenaa keseringan nonton avatar. Dia sudah berubah, dia
tak lagi perhatian padaku, tak ada lagi cubitan-cubitan atau kecupan-kecupan
mesra di pipiku. Mungkin ia sudah memiliki yang lebih sempurna dariku. Aku
sempat berpikir mencari seseorang yang mengerti diriku dari pada dia.''Kenapa ?'' kenapa dia jadi begitu terhadapku ?'' sepulang sekolah aku melihat adel
bergandengan tangan dengan cowok dan cowok itu tidak asing bagiku. Hatiku
hancur melihat mereka tertawa sambil pegang-pegangan tangan. Malam pun tiba aku
sms adel.
''Selamat
malam, adel lagi ngapain ?''
Dari:
adel
''Aku
lagi nonton tv nih'' Akupun
to the point tentang siang tadi. adel, tadi aku lihat kamu lagi pegang-pegangan
tangan sama cowok sepulang sekolah tadi. Cowok itu siapa sih ? adel hanya
menjawab itu teman baikku dari SMP jadi itu sudah biasa. Lalu aku sempat
mengatakan sesuatu di dalam hatiku bahwa adel tidak bisa mengerti perasaanku
dan sebenarnya dia lagi kenapa sih. Aku membalas sms adel, adel, jujur saja aku
sangat cemburu saat melihat kamu bersama cowok itu setelah aku mengatakan itu,
adel hanya bisa mengatakan hal tersebut itu
hanya hal biasa yang sering aku lakukan bersama temanku. Akupun tidak
membalas sms adel lagi dan sekali lagi memikirkan kata-kata adel tadi,’’ itu hanya hal biasa yang sering aku
lakukan bersama temanku’’ akupun terpuruk
dalam kesedihan yang sangat mendalam dan sempat bertanya-tanya kenapa adel yang
dulu baik dan jujur sekarang jadi berubah tanpa memikirkan perasaanku. Sudah 3
hari tidak ada kabar tentangnya, handponeku terasa sepi seperti berada di padang
gurun dan di temani sebatang kayu kering yang hanya bisa menopang tubuhku
dikala aku terjatuh.
2
minggu berlalu.
sepulang sekolah aku mengendarai sepeda motor dengan pikiran
yang tidak jelas.
Ccciiiiieeettttt…. Brruuuuaaakkkk….
damn !!! aku menabrak seorang cewek.
Cewek
itu menangis, akupun meminta maaf kepadanya dan mengajak cewek itu ke rumah
sakit terdekat setelah dia agak baikan aku mengatakan maaf sebesar-besarnya.
Aku juga menanyakan nomor handpone orang tua cewek tersebut, sesudah menelpon
ayahnya dan memberitahukan keadaan anak atau cewek tersebut yang aku tabrak
tadi. Anehnya cewek itu menatapku terus mengatakan tidak apa-apa padahal
jelas-jelas kakinya itu penuh luka. Akupun merasa bersalah sekali Ayahnya
datang memarahiku dan akupun hanya bisa terdiam dan membisu. sekalian ayahnya mengantarkan
dia pulang kerumah. Sampai-sampai aku belum sempat menanyakan nama cewek itu, Kejadian
yang sangat menyedihkan.
Aku
mulai lupa dan jenuh dengan tindakan adel, di sekolahpun aku tidak melihatnya
sama sekali. Bel tanda isitrahatpun berbunyi, ketika keluar dari kelasku aku
melihat cewek itu lagi cewek misterius yang ku tabrak kemarin sedang berjalan
pincang dan tergopoh-gopoh. Kasian cewek itu, aku menghampiri dia sambil
menawarkan bantuan karena ini salahku juga. Hei apa perlu bantuanku, sekali
lagi aku minta maaf ya. By the way, nama kamu siapa. Dia hanya terdiam dan
mukanya sangat pucat pasi seperti orang yang mengidap penyakit parah yang belum
di perbolehkan pulang dari rumah sakit. Akupun menaruh tangannya ke pundakku
dan mengantarkan cewek ini ke kantin tapi ketika turun tangga kakinya
terpeleset, kemudian cewek misterius ini jatuh kepada pelukanku mata kita
saling bertemu, menatap dalam kehangatan kita berdua. Muka kita saling
berdekatan makin dekat dan kemudian kita…
To
be continued
Tidak ada komentar:
Posting Komentar