Selasa, 09 April 2013

My first girlfriend not my first love


*1
Terkadang saat kita mencintai seseorang, cinta itu menjadi buta. Kita tidak bisa melihat keburukan pasangan kita saat kita sedang mencintai dia. Itulah yang pernah aku alami, dimana kebersamaan yang awalnya indah berganti menjadi manis berujung pergi, saat jurang pemisah mulai terasa. Dimana dia yang membangun jembatan dan dia juga yang memutuskan.
Kisah biru ini bermula ketika waktu membawaku menuju satu langkah kedewasaan di dunia putih abu-abu. Bermula saat aku menjadi peserta OSPEK. Kala itu ada seorang cewek yang selalu memandangku. Dan aku menyadarinya, waktu terus berjalan hari pun terus berlalu. Masa oreantasi siswa telah berlalu. Hari senin pun tiba dan itu awal aku memakai pakaian putih abu, aku merasa bangga sekali karena tidak nyangka aku sudah SMA. Setelah aku sampai di sekolah, aku pun bergegas mencari kelasku. Aku terkejut ketika aku melihat namaku di kaca kelas E.
Masa SMA yang aku dambakan akan indah tenggelam dalam kesepian yang mencekam. Aku seperti butiran debu di antara riak-riak angin.
lonceng pergantian jam membuyarkan lamunanku. Kemudian sesosok cewek yang cantik, tinggi berbalut kulit yang mulus dan kuning langsat menghampiriku. Lesung pipinya terlihat jelas saat dia sedang mengajakku bicara. Namanya Jesika.
Hai..” sapa Jesika.
Oh, hai..” sapa balasan dari aku.
Mau gak kamu jadi ketua kelas ??” ternyata dia datang untuk memintaku menjadi ketua kelas yang dengan tegas aku tolak.
Aahhh…… aku gak mau,” jawabku.
Ayo dong…. “ jesika mulai membujukku, tapi aku tetap pada pendirianku.
Pokoknya aku gak mau,” kata aku dengan nada tinggi.
Tiba-tiba jesika melangkah ke depan kelas dan berteriak dengan suara sangat tinggi.
Hai guys, mau gak kalau misalnya aku saja yang jadi ketua kelas. Sorak-sorak hura pun di lancarkan oleh teman-teman sekelas sambil tertawa terbahak-bahak.
Setelah itu dia jadi lah ketua kelas E dan wakilnya bernama Aulia. Tidak lama kemudian lonceng pulang pun berbunyi.

          Hari selasa pun tiba, hari ke dua dimana aku memakai pakaian putih abu. Entah kenapa pagi itu aku datang kesekolah pagi sekali. Sebab dulu waktu SMP aku datang ke sekolah tidak sepagi ini, mungkin ini namanya SMA dimana kita berpikir dengan sangat dewasa. Hari itu kedua kalinya aku masuk kelas E. tiba-tiba aku menjadi mengingat  sosok cewek putih, berkaca mata, rambutnya panjang mirip penyanyi luar negeri Taylor Swift. lonceng mata pelajaran pun berbunyi  seketika membuyarkan lamunanku. Tapi guru ini aneh, bukannya memberikan pelajaran tapi guru ini malah membacakan nama-nama untuk pembagian kelas ulang, dikarenakan lagi ada pindahnya anak-anak dari kelas regular ke kelas axelerasi. Tak nyangka namaku di sebut untuk pindah kekelas F.
wahh….
hatiku merasa gak mau beranjak dari tempat dudukku. Tapi aku harus pindah karena ini perintah dari guru. ketika aku masuk kekelas F, aku merasa seperti anak baru yang baru saja menginjakan kaki ke sekolah setelaj bertahun-tahun liburan.
Keesokan hari….
Pagi itu mata pelajaran fisika di bawakan oleh seorang guru yang rumornya adalah guru yang sangat beringas. Guru ini jahat dikarenakan ingin agar anak-anak didiknya jadi pintar. Kemudian guru itu menawarkan bimbingan belajar yang tentunya tidak bisa di lewatkan orang pintar sepertiku.
Sore ini adalah hari les pertamaku, aku sedang duduk di tempat les tiba-tiba ada seorang cewek yang datang menghampiriku. Kali ini dia terlihat luar biasa karena ia sedang mengenakan pakaian  yang santai. Tubuhnya yang elok berbalut baju berwarna merah jambu itu membuatnya terlihat sempurna di mataku.  
Hai, nama kamu siapa ?” Tanya cewek itu.
Nama aku Aris,” jawabku.
Setelah berbincang-bincang les pun di mulai, aku pun sontak binggung di karenakan si cewek itu tiba-tiba melempari kertas ke arahku. Setelah aku lihat kertas itu ternyata ada tulisannya “hai.. apa kamu sudah punya cewek ?”
Tiba-tiba didalam pikiranku seperti ada badai yang berkecamuk hebat antara senang, tidak percaya, kaget, dan bahkan aku bingung. aku sontak mengatakan bahwa aku tidak mau pacaran.
Les pun berakhir langit di luar sudah gelap dengan titik-titik hujan mulai berjatuhan yang kemudian di ikuti hujan yang cukup deras. Kami berdempet-dempetan di suatu halte untuk menghindari serangan hujan. mata kita bertemu dan berpelukan di dalam tatapan yang hangat.  Sesudah momen hujan-hujanan yang indah itu aku pun berbaring membayangan hal indah yang barusan terjadi.
 Kemudian aku menerima sebuah pesan singkat dari nomor yang asing bagiku.
Dari:085738408***
Selamat malam ,,
Sorry klo sudah mengganggu yaa…
Lagi ngapain ??
<Adel>
Aku pun hanya membalas sms itu dengan “lagi baring-baring manja  mengingat hal yang indah” setelah aku send dia langsung membalasnya
Dari:Adel
Ohh….
Hal indah apaan ?
 Kemudian aku membalasnya dengan kalimat singkat”ada deh”
Lalu kami menjadi semakin akrab karena kami bercerita banyak tentang dirinya melalui SMS.
Keesokan malamnya aku di sms oleh dia lagi, sms itu


Dari: Adel
Malam,,
Apakah kamu  sudah punya pacar….
Aku hanya membalasnya dengan mengatakan belum punya. Waktu pun terus berjalan dan kita saling SMSan, di penghujung malam dia tiba-tiba mengatakan apa kamu mau jadi pacarku,

Aku pun hanya membalasnya dengan kata-kata,‘aku tidak mau tersakiti dan di sakiti’. Ternyata dia membalasnya dengan kata tulus. ‘Kita tidak akan saling tersakiti apa bila kita saling mengerti’. Setelah itu aku mengatakan padanya lagi, aku terima kamu jadi pacar aku tapi kita jalani saja. adel pun berkata baiklah saayyaanngg.

to be continue

Tidak ada komentar:

Posting Komentar