*1
Terkadang saat kita mencintai
seseorang, cinta itu menjadi buta. Kita tidak bisa melihat keburukan pasangan
kita saat kita sedang mencintai dia. Itulah yang pernah aku alami, dimana
kebersamaan yang awalnya indah berganti menjadi manis berujung pergi, saat
jurang pemisah mulai terasa. Dimana dia yang membangun jembatan dan dia juga
yang memutuskan.
Kisah biru ini bermula ketika waktu
membawaku menuju satu langkah kedewasaan di dunia putih abu-abu. Bermula saat
aku menjadi peserta OSPEK. Kala itu ada seorang cewek yang selalu memandangku.
Dan aku menyadarinya, waktu terus berjalan hari pun terus berlalu. Masa
oreantasi siswa telah berlalu. Hari senin pun tiba dan itu awal aku memakai
pakaian putih abu, aku merasa bangga sekali karena tidak nyangka aku sudah SMA.
Setelah aku sampai di sekolah, aku pun bergegas mencari kelasku. Aku terkejut
ketika aku melihat namaku di kaca kelas E.
Masa SMA yang aku dambakan akan
indah tenggelam dalam kesepian yang mencekam. Aku seperti butiran debu di
antara riak-riak angin.
lonceng
pergantian jam membuyarkan lamunanku. Kemudian sesosok cewek yang cantik,
tinggi berbalut kulit yang mulus dan kuning langsat menghampiriku. Lesung
pipinya terlihat jelas saat dia sedang mengajakku bicara. Namanya Jesika.
Hai..”
sapa Jesika.
Oh,
hai..” sapa balasan dari aku.
Mau
gak kamu jadi ketua kelas ??” ternyata dia datang untuk memintaku menjadi ketua
kelas yang dengan tegas aku tolak.
Aahhh……
aku gak mau,” jawabku.
Ayo
dong…. “ jesika mulai membujukku, tapi aku tetap pada pendirianku.
Pokoknya
aku gak mau,” kata aku dengan nada tinggi.
Tiba-tiba
jesika melangkah ke depan kelas dan berteriak dengan suara sangat tinggi.
Hai
guys, mau gak kalau misalnya aku saja yang jadi ketua kelas. Sorak-sorak hura
pun di lancarkan oleh teman-teman sekelas sambil tertawa terbahak-bahak.
Setelah
itu dia jadi lah ketua kelas E dan wakilnya bernama Aulia. Tidak lama kemudian
lonceng pulang pun berbunyi.
Hari selasa pun tiba, hari ke dua
dimana aku memakai pakaian putih abu. Entah kenapa pagi itu aku datang
kesekolah pagi sekali. Sebab dulu waktu SMP aku datang ke sekolah tidak sepagi
ini, mungkin ini namanya SMA dimana kita berpikir dengan sangat dewasa. Hari
itu kedua kalinya aku masuk kelas E. tiba-tiba aku menjadi mengingat sosok cewek putih, berkaca mata, rambutnya
panjang mirip penyanyi luar negeri Taylor Swift. lonceng mata pelajaran pun berbunyi
seketika membuyarkan lamunanku. Tapi guru
ini aneh, bukannya memberikan pelajaran tapi guru ini malah membacakan
nama-nama untuk pembagian kelas ulang, dikarenakan lagi ada pindahnya anak-anak
dari kelas regular ke kelas axelerasi. Tak nyangka namaku di sebut untuk pindah
kekelas F.
wahh….
hatiku
merasa gak mau beranjak dari tempat dudukku. Tapi aku harus pindah karena ini
perintah dari guru. ketika aku masuk kekelas F, aku merasa seperti anak baru yang
baru saja menginjakan kaki ke sekolah setelaj bertahun-tahun liburan.
Keesokan
hari….
Pagi
itu mata pelajaran fisika di bawakan oleh seorang guru yang rumornya adalah guru
yang sangat beringas. Guru ini jahat dikarenakan ingin agar anak-anak didiknya
jadi pintar. Kemudian guru itu menawarkan bimbingan belajar yang tentunya tidak
bisa di lewatkan orang pintar sepertiku.
Sore
ini adalah hari les pertamaku, aku sedang duduk di tempat les tiba-tiba ada seorang
cewek yang datang menghampiriku. Kali ini dia terlihat luar biasa karena ia
sedang mengenakan pakaian yang santai. Tubuhnya
yang elok berbalut baju berwarna merah jambu itu membuatnya terlihat sempurna
di mataku.
Hai,
nama kamu siapa ?” Tanya cewek itu.
Nama
aku Aris,” jawabku.
Setelah
berbincang-bincang les pun di mulai, aku pun sontak binggung di karenakan si
cewek itu tiba-tiba melempari kertas ke arahku. Setelah aku lihat kertas itu
ternyata ada tulisannya “hai.. apa kamu sudah punya cewek ?”
Tiba-tiba
didalam pikiranku seperti ada badai yang berkecamuk hebat antara senang, tidak
percaya, kaget, dan bahkan aku bingung. aku sontak mengatakan bahwa aku tidak
mau pacaran.
Les
pun berakhir langit di luar sudah gelap dengan titik-titik hujan mulai
berjatuhan yang kemudian di ikuti hujan yang cukup deras. Kami berdempet-dempetan
di suatu halte untuk menghindari serangan hujan. mata kita bertemu dan
berpelukan di dalam tatapan yang hangat. Sesudah momen hujan-hujanan yang indah itu aku
pun berbaring membayangan hal indah yang barusan terjadi.
Kemudian aku menerima sebuah pesan singkat
dari nomor yang asing bagiku.
Dari:085738408***
Selamat
malam ,,
Sorry
klo sudah mengganggu yaa…
Lagi
ngapain ??
<Adel>
Aku
pun hanya membalas sms itu dengan “lagi baring-baring manja mengingat hal yang indah” setelah aku send
dia langsung membalasnya
Dari:Adel
Ohh….
Hal
indah apaan ?
Kemudian aku membalasnya dengan kalimat
singkat”ada deh”
Lalu
kami menjadi semakin akrab karena kami bercerita banyak tentang dirinya melalui
SMS.
Keesokan
malamnya aku di sms oleh dia lagi, sms itu
Dari:
Adel
Malam,,
Apakah
kamu sudah punya pacar….
Aku
hanya membalasnya dengan mengatakan belum punya. Waktu pun terus berjalan dan
kita saling SMSan, di penghujung malam dia tiba-tiba mengatakan apa kamu mau
jadi pacarku,
Aku pun hanya membalasnya dengan
kata-kata,‘aku tidak mau tersakiti dan di sakiti’. Ternyata dia membalasnya
dengan kata tulus. ‘Kita tidak akan saling tersakiti apa bila kita saling mengerti’.
Setelah itu aku mengatakan padanya lagi, aku terima kamu jadi pacar aku tapi
kita jalani saja. adel pun berkata baiklah saayyaanngg.
to be continue
to be continue
Tidak ada komentar:
Posting Komentar