Sabtu, 20 April 2013

My first girlfriend not my first love


Rabu, 13-10-2010
*2
Setelah malam itu aku telah tetapkan hari jadiku bersama dia, Rabu, 13-10-2010 itu hari jadiku, hari yang tak di sangka ada seorang cewek bisa menyukaiku dan semoga saja dia akan mencintaiku beserta kekurangan dan kelebihanku.
Hari berikutnya di sekolah aku bertemu Adel di depan kelasnya, kemudian dia menyapaku dengan panggilan halus yang terdengar asing bagiku, sayang. Hati ku pun terkejut bercampur senang, kemudian aku bergegas untuk mendekatinya.

        ''Ada apa Adel… ?” Tanyaku.
       ''Gak, aku Cuma manggil saja…” jawab Adel.
       ''Huhh… kamu ada-ada aja sih…” kataku sambil kebingungan.
Tiba-tiba dia datang kearahku dan mencubitku dengan gemasnya, aku pun sontak kaget dan melompat-lompat seperti ada ular di kakiku.
Setelah itu aku pun berjalan kekelasku untuk mengikuti pelajaran. Sesampainya di kelasku mendapatkan sms dari Adel.
          Dari : Adel
         Hehehe…
       ''Gimana tadi cubitanku sakit gak ?''
      '' Akupun menjawabnya dengan mengatakan tidak kok'' lalu dia membalasnya lagi.

        Dari : Adel
       Hehhee J
      ''Nanti sepulang sekolah kita pulang bareng yukk ?''
    ''Kan rumah kita bertetangga'' Aku terkejut dan bertanya-tanya sebenarnya rumahnya dimana sih..
Sehabis pulang sekolah Adel sudah menunggu ku di depan gerbang sekolah, setelah aku menghampirinya Adel pun langsung memegang tanganku bergegas naik ke angkot.

Wahhh…..
Hati ku pun berguncang bagaikan gempa bumi yang besar guncangannya 1000 skalarickter.
Selama di angkot aku pun hanya bisa berdiam diri bingung mau mengatakan apa padanya. Setelah aku sedang memikirkan itu, tiba-tiba dia memberhentikan angkot. Aku pun di ajak dia untuk turun dari angkot, aku cuma bisa mengikutinya saja sesampai di depan rumahnya dia mengatakan ‘’bye sampai jumpa besok ya….

Aku pun hanya bisa tersenyum dan mengatakan di dalam hati “oh ini ya rumahnya’’ aku berjalan ke rumahku dengan gaya gangnam style dan banyak bertanya-tanya kenapa tadi aku gak bisa mengatakan sesuatu di tengah perjalanan ya ?
Sesampai di rumah aku pun bergegas mengganti pakaianku dan aku melemparkan diriku ke tempat tidurku dengan memikirkan kejadian tadi dengan tentunya masih bergaya gangnam style.
Malam pun tiba dimana aku sedang mengerjakan tugas-tugas yang baru saja di berikan oleh guru. ketika ku mulai menulis, handpone ku bergetar dan ternyata itu message dari Adel.

      Dari: Adel
     Selamat malam…
    ''Sorry ya sudah ganggu sayangg''
   ''Lagi ngapain nih ?'' Aku pun menjawab messagenya, hampir-hampir semua tugasku di tinggalkan saja dan aku asyik smsan bersama Adel. Jam sudah menunjukan pukul 23.00, tiba-tiba aku mengatakan padanya‘’Adel, aku mau jujur sama kamu. sebernanya aku ini baru pertama kali pacaran, jadi aku gak tau cara pacaran itu gimana-gimana.

     Dari: Adel
     Hahha…..
    ''Yang benar kamu baru pertama kali pacaran ?'' 
   ''Kalau begitu aku ini yang pertama ya ?'' Aku gak akan kecewakan kamu kok, Aku pun hanya tersenyum sambil menatap handponeku. Aku gak akan kecewakan kamu kok, kalimat ini yang sempat membuatku yakin.
Banyak kisah sedih, senang, tangis, tawa, kita jalani bersama dalam sebuah pelukan. Aku yang membuatnya tertawa, dia yang memebalas dengan cubitan gemasnya. Aku selalu memeluknya saat dia yang sedang menangis, gelisah, dan sedang bersedih. Semuanya dalam pelukanku, kemudian semua berubah saat negara api menyerang, aang sang pengendali udara alias avatar sedang menghentikan serangan Negara api. Ah, bukan itu ceritanya.

Adel mulai terlihat cuek semenjak serangan Negara api bulan lalu, kok ceritanya begini lagi sih maklum karenaa keseringan nonton avatar. Dia sudah berubah, dia tak lagi perhatian padaku, tak ada lagi cubitan-cubitan atau kecupan-kecupan mesra di pipiku. Mungkin ia sudah memiliki yang lebih sempurna dariku. Aku sempat berpikir mencari seseorang yang mengerti diriku dari pada dia.''Kenapa ?'' kenapa dia jadi begitu terhadapku ?'' sepulang sekolah aku melihat adel bergandengan tangan dengan cowok dan cowok itu tidak asing bagiku. Hatiku hancur melihat mereka tertawa sambil pegang-pegangan tangan. Malam pun tiba aku sms adel.

    ''Selamat malam, adel lagi ngapain ?''
    
     Dari: adel
   ''Aku lagi nonton tv nih'' Akupun to the point tentang siang tadi. adel, tadi aku lihat kamu lagi pegang-pegangan tangan sama cowok sepulang sekolah tadi. Cowok itu siapa sih ? adel hanya menjawab itu teman baikku dari SMP jadi itu sudah biasa. Lalu aku sempat mengatakan sesuatu di dalam hatiku bahwa adel tidak bisa mengerti perasaanku dan sebenarnya dia lagi kenapa sih. Aku membalas sms adel, adel, jujur saja aku sangat cemburu saat melihat kamu bersama cowok itu setelah aku mengatakan itu, adel hanya bisa mengatakan hal tersebut itu hanya hal biasa yang sering aku lakukan bersama temanku. Akupun tidak membalas sms adel lagi dan sekali lagi memikirkan kata-kata adel tadi,’’ itu hanya hal biasa yang sering aku lakukan bersama temanku’’ akupun  terpuruk dalam kesedihan yang sangat mendalam dan sempat bertanya-tanya kenapa adel yang dulu baik dan jujur sekarang jadi berubah tanpa memikirkan perasaanku. Sudah 3 hari tidak ada kabar tentangnya, handponeku terasa sepi seperti berada di padang gurun dan di temani sebatang kayu kering yang hanya bisa menopang tubuhku dikala aku terjatuh.

2 minggu berlalu.
sepulang sekolah aku mengendarai sepeda motor dengan pikiran yang tidak jelas. 
Ccciiiiieeettttt…. Brruuuuaaakkkk….
damn !!! aku menabrak seorang cewek.
Cewek itu menangis, akupun meminta maaf kepadanya dan mengajak cewek itu ke rumah sakit terdekat setelah dia agak baikan aku mengatakan maaf sebesar-besarnya. Aku juga menanyakan nomor handpone orang tua cewek tersebut, sesudah menelpon ayahnya dan memberitahukan keadaan anak atau cewek tersebut yang aku tabrak tadi. Anehnya cewek itu menatapku terus mengatakan tidak apa-apa padahal jelas-jelas kakinya itu penuh luka. Akupun merasa bersalah sekali Ayahnya datang memarahiku dan akupun hanya bisa terdiam dan membisu. sekalian ayahnya mengantarkan dia pulang kerumah. Sampai-sampai aku belum sempat menanyakan nama cewek itu, Kejadian yang sangat menyedihkan.

Aku mulai lupa dan jenuh dengan tindakan adel, di sekolahpun aku tidak melihatnya sama sekali. Bel tanda isitrahatpun berbunyi, ketika keluar dari kelasku aku melihat cewek itu lagi cewek misterius yang ku tabrak kemarin sedang berjalan pincang dan tergopoh-gopoh. Kasian cewek itu, aku menghampiri dia sambil menawarkan bantuan karena ini salahku juga. Hei apa perlu bantuanku, sekali lagi aku minta maaf ya. By the way, nama kamu siapa. Dia hanya terdiam dan mukanya sangat pucat pasi seperti orang yang mengidap penyakit parah yang belum di perbolehkan pulang dari rumah sakit. Akupun menaruh tangannya ke pundakku dan mengantarkan cewek ini ke kantin tapi ketika turun tangga kakinya terpeleset, kemudian cewek misterius ini jatuh kepada pelukanku mata kita saling bertemu, menatap dalam kehangatan kita berdua. Muka kita saling berdekatan makin dekat dan kemudian kita…

To be continued

Selasa, 09 April 2013

My first girlfriend not my first love


*1
Terkadang saat kita mencintai seseorang, cinta itu menjadi buta. Kita tidak bisa melihat keburukan pasangan kita saat kita sedang mencintai dia. Itulah yang pernah aku alami, dimana kebersamaan yang awalnya indah berganti menjadi manis berujung pergi, saat jurang pemisah mulai terasa. Dimana dia yang membangun jembatan dan dia juga yang memutuskan.
Kisah biru ini bermula ketika waktu membawaku menuju satu langkah kedewasaan di dunia putih abu-abu. Bermula saat aku menjadi peserta OSPEK. Kala itu ada seorang cewek yang selalu memandangku. Dan aku menyadarinya, waktu terus berjalan hari pun terus berlalu. Masa oreantasi siswa telah berlalu. Hari senin pun tiba dan itu awal aku memakai pakaian putih abu, aku merasa bangga sekali karena tidak nyangka aku sudah SMA. Setelah aku sampai di sekolah, aku pun bergegas mencari kelasku. Aku terkejut ketika aku melihat namaku di kaca kelas E.
Masa SMA yang aku dambakan akan indah tenggelam dalam kesepian yang mencekam. Aku seperti butiran debu di antara riak-riak angin.
lonceng pergantian jam membuyarkan lamunanku. Kemudian sesosok cewek yang cantik, tinggi berbalut kulit yang mulus dan kuning langsat menghampiriku. Lesung pipinya terlihat jelas saat dia sedang mengajakku bicara. Namanya Jesika.
Hai..” sapa Jesika.
Oh, hai..” sapa balasan dari aku.
Mau gak kamu jadi ketua kelas ??” ternyata dia datang untuk memintaku menjadi ketua kelas yang dengan tegas aku tolak.
Aahhh…… aku gak mau,” jawabku.
Ayo dong…. “ jesika mulai membujukku, tapi aku tetap pada pendirianku.
Pokoknya aku gak mau,” kata aku dengan nada tinggi.
Tiba-tiba jesika melangkah ke depan kelas dan berteriak dengan suara sangat tinggi.
Hai guys, mau gak kalau misalnya aku saja yang jadi ketua kelas. Sorak-sorak hura pun di lancarkan oleh teman-teman sekelas sambil tertawa terbahak-bahak.
Setelah itu dia jadi lah ketua kelas E dan wakilnya bernama Aulia. Tidak lama kemudian lonceng pulang pun berbunyi.

          Hari selasa pun tiba, hari ke dua dimana aku memakai pakaian putih abu. Entah kenapa pagi itu aku datang kesekolah pagi sekali. Sebab dulu waktu SMP aku datang ke sekolah tidak sepagi ini, mungkin ini namanya SMA dimana kita berpikir dengan sangat dewasa. Hari itu kedua kalinya aku masuk kelas E. tiba-tiba aku menjadi mengingat  sosok cewek putih, berkaca mata, rambutnya panjang mirip penyanyi luar negeri Taylor Swift. lonceng mata pelajaran pun berbunyi  seketika membuyarkan lamunanku. Tapi guru ini aneh, bukannya memberikan pelajaran tapi guru ini malah membacakan nama-nama untuk pembagian kelas ulang, dikarenakan lagi ada pindahnya anak-anak dari kelas regular ke kelas axelerasi. Tak nyangka namaku di sebut untuk pindah kekelas F.
wahh….
hatiku merasa gak mau beranjak dari tempat dudukku. Tapi aku harus pindah karena ini perintah dari guru. ketika aku masuk kekelas F, aku merasa seperti anak baru yang baru saja menginjakan kaki ke sekolah setelaj bertahun-tahun liburan.
Keesokan hari….
Pagi itu mata pelajaran fisika di bawakan oleh seorang guru yang rumornya adalah guru yang sangat beringas. Guru ini jahat dikarenakan ingin agar anak-anak didiknya jadi pintar. Kemudian guru itu menawarkan bimbingan belajar yang tentunya tidak bisa di lewatkan orang pintar sepertiku.
Sore ini adalah hari les pertamaku, aku sedang duduk di tempat les tiba-tiba ada seorang cewek yang datang menghampiriku. Kali ini dia terlihat luar biasa karena ia sedang mengenakan pakaian  yang santai. Tubuhnya yang elok berbalut baju berwarna merah jambu itu membuatnya terlihat sempurna di mataku.  
Hai, nama kamu siapa ?” Tanya cewek itu.
Nama aku Aris,” jawabku.
Setelah berbincang-bincang les pun di mulai, aku pun sontak binggung di karenakan si cewek itu tiba-tiba melempari kertas ke arahku. Setelah aku lihat kertas itu ternyata ada tulisannya “hai.. apa kamu sudah punya cewek ?”
Tiba-tiba didalam pikiranku seperti ada badai yang berkecamuk hebat antara senang, tidak percaya, kaget, dan bahkan aku bingung. aku sontak mengatakan bahwa aku tidak mau pacaran.
Les pun berakhir langit di luar sudah gelap dengan titik-titik hujan mulai berjatuhan yang kemudian di ikuti hujan yang cukup deras. Kami berdempet-dempetan di suatu halte untuk menghindari serangan hujan. mata kita bertemu dan berpelukan di dalam tatapan yang hangat.  Sesudah momen hujan-hujanan yang indah itu aku pun berbaring membayangan hal indah yang barusan terjadi.
 Kemudian aku menerima sebuah pesan singkat dari nomor yang asing bagiku.
Dari:085738408***
Selamat malam ,,
Sorry klo sudah mengganggu yaa…
Lagi ngapain ??
<Adel>
Aku pun hanya membalas sms itu dengan “lagi baring-baring manja  mengingat hal yang indah” setelah aku send dia langsung membalasnya
Dari:Adel
Ohh….
Hal indah apaan ?
 Kemudian aku membalasnya dengan kalimat singkat”ada deh”
Lalu kami menjadi semakin akrab karena kami bercerita banyak tentang dirinya melalui SMS.
Keesokan malamnya aku di sms oleh dia lagi, sms itu


Dari: Adel
Malam,,
Apakah kamu  sudah punya pacar….
Aku hanya membalasnya dengan mengatakan belum punya. Waktu pun terus berjalan dan kita saling SMSan, di penghujung malam dia tiba-tiba mengatakan apa kamu mau jadi pacarku,

Aku pun hanya membalasnya dengan kata-kata,‘aku tidak mau tersakiti dan di sakiti’. Ternyata dia membalasnya dengan kata tulus. ‘Kita tidak akan saling tersakiti apa bila kita saling mengerti’. Setelah itu aku mengatakan padanya lagi, aku terima kamu jadi pacar aku tapi kita jalani saja. adel pun berkata baiklah saayyaanngg.

to be continue